Dewan Penasehat

Salah satu keistimewaan At Tayibah Al Multazam Group adalah adanya dewan penasehat perusahaan, yang terdiri dari sejumlah asatidzah dan ahli agama. Fungsi dewan penasehat ialah memastikan bahwa produk-produk yang dijual oleh At Tayibah Al Multazam Group telah sesuai dengan aturan syariat. Dewan penasehat juga bertindak sebagai penengah antara Kantor Pusat dengan mitra-mitranya ketika terjadi perbedaan penafsiran terhadap poinpoin MoU kerjasama kemitraan. Selain itu, dewan penasehat juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan dakwah yang disponsori oleh At Tayibah Al Multazam Group.

Sudah kuat niat untuk berangkat ke tanah suci?

Segera gabung THUB hubungi CS Online kami.

Baca Ketentuan Hubungi CS 24 Jam

Kami telah memberangkatkan ribuan jama'ah setiap musimnya.

Testimoni Jama'ah Al-Multazam Group

Pelayanan sangat memuaskan!

Saya sangat menyukai AlMultazam Group karena pelayanannya sangat memuaskan. Tahun lalu saya beserta keluarga berangkat bersama Almultazam Group. Insha Allah tahun ini saya dan keluarga saya akan berangkat lagi bersama AlMultazam Tours

Hilman Waqiah, Makasar

Pesawat dan hotel mantap!

Bagus sekali pelayanan AlMultazam Group. Servicenya memuaskan hotel alhamdulillah dapat dekat dengan masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Pesawat pulang pergi dengan Saudi Airlines. Makanan enak-enak smua. Mantaapp!!!

Muhammad Luqman, Surabaya

Thanks Al-Multazam.

Alhamdulillah umroh bersama AlMultazam Group. Hotel di Madinah dekat banget dengan masjid Nabawi, keluar hotel sudah keliahatan masjidnya. Dan di Mekah juga termasuk dekat dengan Masjid Al Haram, arah pp jelas ga akan nyasar deh. Dan acara diluar ibadah buat jamaah tambah berkesan di tanah Haram. Over all okeh.. Like it..

Harun Rasyid, Jakarta
#

Pertanyaan dan Jawaban Mengenai THUB

Frequently Asked Questions

Bank harus dilibatkan karena secara peraturan hanya Bank-lah yang diizinkan pemerintah untuk menampung dana masyarakat dalam waktu lebih dari 6 bulan. Keterlibatan Bank dalam hal ini telah menjadi sesuatu yang sifatnya darurat atau hajat yang mendesak, sehingga secara syar’i tidak dilarang. Apalagi tidak ada bunga/bagi hasil yang dimasukkan dalam rekening THUB peserta.

Dalam THUB ini terjadi beberapa akad yang kesemuanya syar’i. Akad pertama adalah ijaroh (sewa-menyewa). Yang disewa adalah sistem THUB yang merupakan suatu manfaat yang dimiliki oleh perusahaan, sehingga perusahaan berhak menyewakannya kepada orang lain dengan harga yang disepakati. Manfaat yang dimaksud meliputi biaya administrasi pendaftaran, saldo minimum di rekening induk (Rp 100 rb), biaya administrasi cicilan/setoran hingga 36 x (Rp 36 rb), dan manfaat mengikuti program tahapan serta hak mendapatkan fee rekrutmen.
Akad yang kedua adalah ju’alah (sayembara). Artinya, perusahaan seakan membuat sayembara berhadiah kepada para peserta THUB, bahwa siapa saja yang berhasil merekrut peserta baru akan mendapatkan fee sekian. Dalil dibolehkannya akad ini adalah QS. Al Kahfi: 94.
Akad yang ketiga adalah hibah bersyarat. Yakni pihak perusahaan akan menghibahkan biaya pendaftaran yang sejatinya adalah milik perusahaan (sebagaimana yg disebutkan dalam akad pertama) kepada peserta, dengan syarat peserta tersebut wafat atau sakit parah. Akad ini juga berlaku pada jemaah yang didaftarkan gratis oleh perusahaan dengan syarat merekrut minimal 3 orang dalam tiga bulan pertama. Bila gagal, maka perusahaan akan menggantinya dengan orang lain.
Akad yang keempat adalah qardh (menyerahkan harta kepada pihak yang dapat memanfaatkannya, dan mengembalikan gantinya). Akad ini terjadi ketika jemaah menyetorkan DP umroh (saldo awal) dan atau cicilan ke Bank . Pihak Bank boleh memanfaatkan uang tersebut karena akan menggantinya dengan yang senilai. Dalam akad ini tidak ada bagi hasil / bunga yang diberikan kepada peserta, sehingga insya Allah bebas dari riba.
Akad yang kelima adalah jual beli. Akad ini terjadi ketika jemaah telah melunasi biaya paket haji/umroh yang dipilihnya, dan biaya tersebut disetorkan ke rekening perusahaan sebagai imbalan dari pembelian tiket pesawat, akomodasi (Hotel & LA), visa, jasa bimbingan dan perlengkapan. Calon jemaah adalah pembeli dan perusahaan adalah penjualnya. Akad ini juga terjadi ketika calon jemaah melakukan pembatalan setelah pelunasan. Karena pada hakikatnya calon jemaah menjual kembali paket tersebut kepada perusahaan, sehingga harganya boleh berbeda. Kasusnya sama dengan pengembalian uang tiket KA yang dicancel oleh penumpang, yang pastinya tidak utuh 100% namun dipotong administrasi sesuai kesepakatan kedua belah pihak.
Dalam akad jual beli ini, ada syarat-syarat yang telah disepakati oleh kedua belah pihak di awal akad, salah satunya ialah bahwa peserta hanya boleh mengikuti program THUB tersebut untuk tujuan haji atau umroh, bukan sekedar menabung atau cari duit semata. Bagi yang ingin sekedar menabung, maka dapat menggunakan rekening biasa. Dan bagi yang ingin cari duit saja maka silakan bekerja dan berusaha yang lainnya. Oleh karenanya, perusahaan tidak akan membeli kembali secara tunai, kecuali bila peserta telah lunas cicilan dan ia pernah berangkat umroh melalui travel Al Multazam Group.

Diperbolehkan menggabungkan sejumlah akad dalam satu rangkaian selagi tidak dipersyaratkan adanya akad dalam akad, dan selama masing-masing akad tersebut diperbolehkan jika berdiri sendiri. Pembolehan ini berlaku selama tidak ada dalil syar’i yang melarangnya secara khusus, seperti penggabungan antara jual beli/sewa dengan qardh. (lihat: Al Ma’ayir Asy Syar’iyyah hal 660)

Akad qardh terjadi antara calon jemaah dengan Bank , sedangkan akad ijaroh dan jual beli terjadi antara calon jemaah dengan perusahaan. Artinya, akad qardh, ijaroh, dan jual beli tersebut tidak terkumpul pada pihak-pihak yang sama, sehingga tidak ada alasan untuk diharamkan. Analoginya sbb: Ahmad hendak membeli sesuatu dari Budi, lalu Budi menyuruh Ahmad agar menghutangi Hamzah senilai dengan harga barang yang akan dibeli oleh Ahmad. Kemudian Budi menagih uangnya dari Hamzah.

Tidak, karena rekening THUB ini dikhususkan bagi jemaah yang menabung dengan niat umroh saja. Ketentuan dana dapat diambil dan dikembalikan 100% hanya dalam 3 keadaan yaitu, (tabungan Lunas untuk Umroh, Meninggal Dunia, Sakit Keras yang peserta tidak bisa melanjutkan program THUB).

Peserta dapat melunasi cicilan tersebut pada bulan berikutnya sesuai kelipatan, dengan maksimal tunggakan tidak melebihi 3 bulan.

Keberangkatan wajib ditentukan oleh peserta saat angsuran ke-30 atau bila saldonya telah mencukupi (mana lebih cepat).

Bisa, yaitu dengan mengurus secara langsung ke pihak travel setelah pelunasan.

Insya Allah aman & tidak ada kaitannya dengan ponzi/MLM. Karena dalam hal ini para peserta langsung menyetor ke rekening pribadi yang dapat diakses secara langsung dan uang tersebut tidak dapat diambil baik oleh peserta ybs maupun perusahaan. Program ini bukan MLM namun MGM (Member Get Member) yang masuk kategori ju’alah.

Tidak, saldo dapat dilihat secara otomatis dengan aplikasi m-banking (Android/iOS).

Peserta wajib melunasi dengan kurs saat itu, karena pelunasannya bersifat dinamis, alias mengikuti naik turunnya kurs dollar saat pelunasan.

Bisa. Besarnya fee mengikuti jenis program dan paket yang dipilih oleh pendaftar baru. Hal ini berlaku juga bagi peserta THUB umroh yang merekrut peserta THUB haji maupun sebaliknya. Nominal fee sesuai ketentuan perusahaan.

Pendaftaran senantiasa terbuka, namun keberangkatannya dibatasi oleh kuota (sama dengan haji reguler/plus)

Bila sekedar mendaftar maka bisa dilakukan di setiap kantor cabang At Tayibah Al Multazam Group di seluruh Indonesia. Namun penyetoran uang tetap dilakukan di Bank .

Fee tidak bisa diuangkan oleh perusahaan. Kelebihan fee harus dilunasi dan setelah itu dapat dijual kembali sebagai paket (buy back oleh perusahaan). Atau dilanjutkan oleh orang lain dengan memberi kompensasi senilai.

Saat membayar angsuran ke-30, peserta sudah harus menentukan tanggal keberangkatannya.

Setiap peserta program THUB otomatis menjadi agen. Namun agen Al Multazam yang tidak terdaftar sebagai peserta THUB, tidak akan mendapatka fee dari program ini.

Saldo dari fee rekrutmen tidak dapat dicairkan, namun bisa dijual ke orang lain yang mau melanjutkan program tersebut hingga selesai. Kecuali putus hubungan karena wafat atau sakit keras, maka saldo akan dicairkan semuanya.

Bisa melanjutkan dengan daftar ulang. Sekali daftar dapat 2 rekening: Rekening induk (bisa diisi dan ditarik dengan fasilitas ATM dan m-banking) dan Rekening tahapan (bisa diisi saja).

Sangat bisa, namun pelunasannya menyesuaikan harga paket yang ada pada bulan berikutnya.

Harga paket THUB tidak bisa dirubah. Cabang hanya dapat meminta biaya tambahan kepada jemaah setelah pelunasan bila ada layanan tambahan yang diberikan kepada jemaah.

Harus mendaftar dalam program ini dulu, tidak bisa otomatis.

Kalau sudah jadi peserta THUB, bisa merekrut dimanapun di seluruh Indonesia dan tetap mendapatkan fee yang sesuai dengan ketentuan perusahaan.

Insya Allah siap dan akan selalu berkomunikasi dengan cabang Al Multazam Group yang ada. Jemaah juga dapat menghubungi agen-agen resmi maupun call center Al Multazam Group untuk mendapat kejelasan tentang program ini, disamping membacanya melalui website, sosmed, dan buku panduan yang akan diterbitkan.

Cabang akan dilibatkan mulai pada angsuran ke-30. Akan dimunculkan melalui website.

Besarnya cicilan tidak berubah kecuali bila saat pelunasan kurs dollar tidak sama dengan Rp 14.000.- maka cicilan terakhir harus menyesuaikan dengan kurs saat itu. Bila ternyata akumulasi saldonya lebih besar dari nilai jual paket setelah dikurskan kedalam rupiah, maka peserta mendapatkan cash back. Peserta juga bisa jadi membayar lebih kecil dari cicilan bulanannya atau lebih besar darinya.

Untuk bisa dianggap mahal maka harus ada pembanding yang sejenis. Berhubung program ini hanya satu-satunya, maka tidak bisa dianggap mahal. Dalam hal ini peserta juga tidak dirugikan, karena diantara syarat bergabung dalam program ini adalah ikhlas dan sanggup mengikutinya. Sehingga yang merasa keberatan tidak perlu mendaftar.

Karena sedari awal peserta telah menyatakan sanggup mengikuti program ini, sehingga ia harus siap dengan resikonya, dan perusahaan hanya melayani mereka yang serius menabung untuk haji/umroh.

Kuota maksimal yg diberangkatkan pada tahun pertama adalah 250 ribu Jamaah. Selanjutnya adalah max 500 ribu jemaah umroh pertahun.

Mereka harus mendaftarkan nama-namanya ke kantor pusat, lalu berpatungan dalam membuka satu rekening THUB atas nama salah satunya, kemudian sama-sama mencicil hingga genap 36x, lalu membuka rekening THUB lagi dan memenuhi cicilannya, dst hingga semuanya berangkat umroh melalui perusahaan.

Jatuh temponya adalah pada bulan ke-6. Jadi, setiap 1 x merekrut, sama dengan mencicil untuk 1 bulan.

#
#
#
#
#
#
#
#